Minggu, 19 April 2009

MATUR SUWUN

ASSALAMU 'ALAIKUM WR WB


MATUR SUWUN, SEDEREK SEDAYA MASYARAKAT KOTA TEGAL, KABUPATEN TEGAL LAN KABUPATEN BREBES

Terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri memilih saya dan Partai Golkar pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 lalu.

Kepercayaan dan amanat Bapak/Ibu/Sdr/Sdri yang dilimpahkan kepada kami akan menjadi modal utama untuk memperjuangkan kemaslahatan bagi masyarakat, nusa, bangsa dan negara.

WASALAMU 'ALAIKUM WR WB


ZAENAL MAHIRIN

Minggu, 29 Maret 2009

PEREKONOMIAN PENUH BERKAH DAN MEMAKMURKAN MANUSIA

Globalisasi khususnya bidang ekonomi, sejatinya telah mengorbankan kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat demi kepentingan kapitalis transnasional (Ife et Tesoriero,2008). Masyarakat di Negara-negara sedang berkembang yang umumnya miskin secara structural menjadi terasing di negerinya. Hidup mereka terseret oleh pola dagang kapitalis internasional. Begitu berserak disediakan aneka barang dan jasa mulai makanan cepatsaji ( siapa tak kenal Mc Donald, KFC , Pizza Hut?), film dan tayangan telivisi, tontonan olah raga yang dikemas dengan semangat bisnis yang adiluhung. Mereka menggiring masyarakat dunia ketiga menjadi obyek dan penggembira yang sukarela mengeluarkan kocek yang tak sedikit pula. Betapa kita bangga jika menjadi fans klub sepakbola Manchester United dan merasa gagah mengenakan seragamnya?
Masyarakat dunia ketiga ( termasuk sedulur-sedulur di Brebes dan Tegal) menjadi bagian dari system marketing global sayangnya hanya menjadi kusumen belaka ( kalau tidak bisa disebut sapi perahan). Dengan setia kita membayar harga setiap royalty kepada para pemegang hak cipta. Apakah kita tak pernah mencipta?
Sedulur, sebenarnya sang pencipta hanyalah Tuhan. Kepandaian kita hanya setitik dari ilmuNya. Kaum kapitalis memanipulasinya sehingga seolah seluruh kekayaan harus menjadi miliknya. Tak ada sedikitpun hak bagi orang tak berpunya.
Tentu yang kita kehendaki adalah perekomian penuh berkah dan memakmurkan semua manusia. Mari kita menuju ke sana. Kita perbaiki kemampuan kita mengelola sumberdaya, kita kembangkan keunikan budaya kita, kita setara dengan bangsa-bangsa maju di dunia.
Yang perlu kita lakukan :
Pendidikan murah untuk semua, alokasikan anggaran yang lebih besar dari 20 % APBD agar kita yakin dengan pada keunggulan sumberdaya manusia kita.
Budaya kita menentukan nilai kerja kita, keunikan menentukan kelebihan kita dalam kompetisi dunia yang ketat
Pantai Utara adalah pewaris kebudayaan dunia, dengan potensi kita sekarang yakinlah kita bias lebih baik dari mereka.
KITA MULAI DARI DEWAN PERWAKILAN
Mari Kita Wujudkan
ANDA SETUJU? CONTRENG ZAENAL MAHIRIN, S.Sos PARTAI GOLKAR
UNTUK DPRD PROVINSI JAWA TENGAH DAPIL 8 ( KABUPATEN BREBES DAN KABUPATEN TEGAL)

Selasa, 17 Maret 2009

TIGA PILAR PEMBANGUNAN UNTUK TEGAL DAN BREBES

Penting dipahami oleh pemerintah selaku Perencana Pembangunan hal-hal sebagai berikut :
  • Manusia adalah perencana pembangunan, pelaksana pembangunan sekaligus yang terkena dampak pembangunan
  • Pembangunan fisik mesti dapat dihitung incremental output ratio nya
Itulah sebabnya, bahwa kepedulian saya pada Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal untuk mendampingi masyarakat dua daerah Pantura ini untuk mengubah nasibnya harus dimulai dari TATARAN LEGISLATIF. Tataran ini adalah ranah dimana filosofi dan arah pembangunan ditentukan.

Tiga pilar utama pembangunan yang harus ditancapkan bagi kemajuan Tegal dan Brebes dengan potensi dan sumberdayanya yang unik adalah :
  • SUMBERDAYA MANUSIA
  • EKONOMI DAN LINGKUNGAN
  • KEBUDAYAAN
Untuk itu semua perlu kita PERJUANGKAN
mari bersama saya di PARTAI GOLKAR
CONTRENG ZAENAL MAHIRIN S.Sos
DPRD PROVINSI JAWA TENGAH





UNTUK BREBES DAN TEGAL

Pembangunan yang tengah berjalan Pendekatannya PERLU DILURUSKAN.
Pemeo yang lekat pada kawasan Pantura
BREBES dan TEGAL adalah NGAPAK, MARGINAL,dan bagi Pusat Elit Provinsi di Semarang sana disebut sebagai" bagian yang menggelikan" lantaran tidak berbahasa jawa layaknya mereka.
Bagi sebagian orang jawa yang "njawani" Brebes dan Tegal menjadi
dagelan tidak penting.

Disinilah sedulurku........ wong Tegal kambe wong Brebes yang saya banggakan, kita adalah pewaris budaya JAWA, SUNDA, sekaligus budaya Pantai Utara yang KOSMOPOLITAN.
Kita merasa PENTING karena kita adalah etnis yang unik
(jika bisa dibilang etnis). Keunikan budaya Tegal dan Brebes
itulah salah satu karunia tuhan untuk memberi kita keunggulan dari etnis - etnis lain di tanah air ini. Sumberdaya manusia yang melimpah bahkan menyamai total penduduk sebuah provinsi di luar jawa adalah potensi lain yang terhampar menunggu pengelolaan yang memakmurkan. Potensi Sumberdaya alam di dataran tinggi bagian selatan sama pentingnya dengan potensi kelautan di utara.

Kelemahan kita selama ini adalah cukup puas menjadi pelengkap penderita :
- Petani gurem yang kurang diberdayakan
- Buruh tani yang kelewat amat banyak tak punya alternatif pilihan
- Gudang TKI dengan nilai tawar amat rendah
- Anak manis yang takut membuat terobosan, bangga sekedar jadi pengumpul PBB yang patuh

Kyeh,... sedulur kabeh yang mendesak kita lakukan saat ini adalah :
- Anggarkan biaya stimulus ekonomi untuk membuka lapangan kerja baru
- Berdayakan kelembagaan ekonomi masyarakat
- Anggarkan pendidikan dan latihan bagi calon tenaga kerja lokal maupun internasional
- Anggarkan investasi pendidikan
- Bangun kembali Pertanian Intensif di Wilayah Selatan dan Industri Kelautan di Pantai Utara
UNTUK ITULAH SAYA
ZAENAL MAHIRIN, S.Sos akan mendampingi sedulur kabeh memperjuangkan TEGAL dan BREBES 'renes' dan MEMBANGGAKAN

lahir dari kalangan kaum Nahdliyin di Kota Tegal,
belajar dan menghabiskan masa remaja di Kota Brebes
berjuang untuk wong Tegal dan Brebes.........

Contreng Saya
ZAENAL MAHIRIN, S.Sos. Partai Golkar

DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes







Sabtu, 14 Maret 2009

SEKAPUR SIRIH

WA'UD, ANA AKHTUKUM....!

Alhamdulillah, kita ketemu lagi. Seperti baru sembuh dari sakit menahun ketawamu lepas menyeringaikan gigi-gigi kusam yang kehitaman dan jarang. Kau tampak lebih tua dari usiamu yang sebenarnya. Pada bae nasibe ya..? kembali kita tertawa, sepertinya nasib tak lebih dari panggung lawak, tivi swasta.

Sahabatku itu namanya Wa’ud, yang dulu kukenal berasal dari sebuah desa miskin pantai di utara Jawa Tengah. Tak jelas benar apakah ia orang Tegal atau Brebes, tak ada bedanya kurasa. Ia orang yang tak menyerah dibawah terik matahari menghujamkan cangkul di pesawahan tadah hujan dekat gedung SMA 2 Brebes. ‘Agar hidup tidak sia-sia,’.. katanya. Selagi muda giatlah bekerja… imbuhnya . Tapi kau tak tampak muda,untuk upah yang tak seberapa, Ud!. Jika beberapa bulan tak lagi turun hujan, Wa’ud akan ‘Jakartaan’, mengais rezeki jadi tukang becak di pinggiran atau tukang gali tanah di Ibukota.

‘Nasibe pada’ kata yang bagi Wa’ud seperti dagelan itu, sungguh amat menyakitkan terdengar.Ada ratusan ribu, mungkin jutaan orang senasib Wa’ud ini. Tak mampu merubah nasib, tak punya kemampuan memperbaiki diri. Tak berdaya, nrimo ing pandum, entah apa lagi namanya. Konon merekalah masyarakat yang harus ‘diberdayakan’ dengan program ‘empowering development’ dan macam-macam istilah keren lainnya,

Namun Wa’ud sabahatku itu tak bisa dibiarkan sendiri mengais, atau ‘njaluk’ diberdayakan kepada pengelola kekuasaan negeri ini. Karena ia juga merupakan salah satu sang pemilik kedaulatan. Wa’ud tersesat dalam rimba kemiskinan karena sikap nrimo dan tersandera oleh urusan cari makan. Tak lebih dari cari makan. Sang pemegang kedaulatan itu tak tahu akan masa depan karena masa depan hanya berarti ‘besok bisa makan’. Mestinya sang pemegang kedaulatan dapat mengatur paling tidak tahu akan diapakan kedaulatan yang dititipkan pada pemerintahan. Undang-undang dasar mengamanatkan perlindungan bahkan kemakmuran seluruh tumpah darah Indonesia. Artinya kekuasaan dapatlah dikelola untuk mendatangkan kemakmuran.

Kyeh, Wa’ud sedulurku.... basa Arabe ..‘ANA AKHTUKUM..‘, ente kudu percaya karo Nyong, sedulur kudu mbela sedulur oh ya,.. Nyong siap Sebagai Jembatanmu SANG PEMILIK KEDAULATAN UNTUK MERUBAH NASIB KITA, ........

NYONG ANA NDENG PARTAI GOLKAR